Obituari: Ahmad Fuad Afdhal

Begawan Farmasi Sosial

banner 468x60

“Your father is a very special man. So productive and a leading authority in pharmacoenomics,” – Abraham G. Hartzema, Emeritus Professor, Eminent Scholar University of Florida, Department of Pharmaceuticals Outcome and Policy; dan sekaligus salah satu sahabat terlama Ahmad Fuad Afdhal (Fuad)

Fuad/Bang Fuad/Papa/Chief adalah salah satu perintis Farmasi Sosial dan Farmakoekonomi di Indonesia.  Dilahirkan di Jakarta pada Rabu, 4 Agustus 1948 dari ayah dan ibu asli Palembang, Fuad adalah anak pertama dari delapan bersaudara.

banner 336x280

Fuad menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di tahun  1967, sebelum dua tahun kemudian pindah ke Fakultas Farmasi Institut Teknologi Bandung dan lulus di tahun 1979. Di tahun yang sama, Fuad melanjutkan studi di University of Minnesota, Amerika Serikat (AS). Fuad meraih gelar M.Sc in Social and Administrative Pharmacy pada tahun 1981, lalu gelar Ph.D. pada tahun 1983.

Sepulang dari AS, Fuad bergabung dengan PT Johnson & Johnson Indonesia, divisi Health Care dan Ethicon.  Perjalanan kariernya membawa Fuad melalui berbagai perusahaan di industri farmasi, hingga pada 1990 ia diangkat  menjadi Corporate Secretary, PT Bimantara Citra membawahi divisi Public Relations, Investor Relations  dan Legal.

Di tahun 1995 Fuad keluar untuk mendirikan AFACOM yang bergerak di industri kehumasan. Meskipun  begitu, Fuad tidak pernah melepaskan semangatnya di bidang farmasi dan akademik. Pada tahun 2010 Fuad  mendirikan International Society for Pharmacoeconomics and Outcomes Research (ISPOR) Indonesia Chapter  dimana ia menjadi presiden pertama hingga akhir hayatnya, sekaligus juga mendirikan dan menjadi CEO pertama Center for Socio-Economic Studies in Pharmacy.

Di bidang kehumasan, ia pernah menjadi presiden di International Public Relations Association, Indonesia Chapter; Perhimpunan Hubungan Masyarakat (PERHUMAS) Indonesia; dan Asosiasi Perusahaan Public Relations Indonesia dimana ia memberikan banyak kontribusi untuk kemajuan industri humas Indonesia.

Sebagai akademisi, kariernya pun terus maju. Diawali dengan menjadi Research Assistant semasa kuliahnya di University of Minnesota, hingga Fuad pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi Farmasi ISTN, Dekan FMIPA ISTN, dan menjadi Rektor ISTN. Terakhir sejak tahun 2018, Fuad menjabat sebagai Kepala Pusat Kajian Farmasi  Sosial dan Kebijakan Farmasi Publik, Universitas Pancasila.

Di waktu luangnya, Fuad menggeluti hobinya membaca, menulis, berolahraga dan bersosialisasi. Semasa hidupnya Fuad aktif sepakbola, futsal, tenis dan squash. Fuad bahkan mendirikan Persatuan Sepakbola Ikatan Alumni ITB  untuk menyatukan rekan-rekan alumni dengan kecintaan yang sama terhadap sepakbola. Tidak terhitung berapa  banyak grup Whatsapp yang ada di handphone Fuad, karena luasnya lingkungan pergaulannya.

Fuad banyak menerbitkan riset, karya tulis, dan buku. Ia telah menerbitkan 13 buku dan siap menerbitkan 9 buku karyanya di bidang ilmu pengetahuan, farmasi dan kesehatan, humaniora, sepakbola, serta otobiografi bertajuk ‘My Journey in the Twin Cities’ tentang kisah perkuliahannya semasa di AS. Beberapa tahun belakangan, Fuad juga aktif di forum Kompasiana dan blogging. Seminggu sebelum wafat, Fuad menerbitkan tulisan terakhirnya di Kompasiana dengan judul ‘Pendekatan untuk Pasca-Otorisasi Keamanan Produk Obat’.

Tepat 15 hari setelah hari lahirnya, kita semua merasakan kehilangan guru, sahabat, ayah yang hangat dan selalu bersemangat. Selamat jalan chief, doa kami selalu menyertaimu.

banner 336x280

Comment