CILEUNGSI, SUBAGIYO DOT COM – “Pak Apoteker, biasanya saya minum metformin 500 mg dua kali sehari. Sekarang kok dikasih metformin SR 500 mg? Sama-sama 500 mg, kan? Berarti sama saja?”
Nah, kalau melihat angka di kemasan, pertanyaan pasien ini sangat masuk akal. 500 mg ya 500 mg. Seperti beras satu kilogram, mau dimasukkan plastik merah atau plastik biru, beratnya tetap satu kilogram. Masalahnya, obat bukan beras. Pada obat, kita tidak hanya bicara berapa banyak zat aktif yang ada di dalam tablet, tetapi juga bagaimana zat aktif itu dilepaskan dari tabletnya dan tersedia untuk diserap tubuh.
Metformin tersedia dalam formulasi pelepasan segera atau immediate release dan pelepasan diperpanjang atau extended/sustained release. Pada salah satu informasi produk resmi metformin, tablet biasa 500 mg digunakan dalam dosis terbagi bersama makanan, sedangkan formulasi extended release 500 mg dapat dimulai sekali sehari bersama makan malam dan kemudian dititrasi berdasarkan kontrol glikemik serta tolerabilitas pasien. Ini contoh penting bahwa angka 500 mg pada tablet tidak otomatis menjelaskan seluruh cara penggunaannya. Regimen tetap harus mengikuti produk dan resep spesifik pasien. (DailyMed)
“Memangnya apa yang dilakukan huruf SR itu, Pak?” Sederhananya, SR—sustained release—memberi petunjuk bahwa sediaan dirancang untuk melepaskan obat secara lebih perlahan dalam periode yang lebih panjang. Jadi, bayangkan metformin biasa seperti petugas yang datang bekerja sesuai jadwal pemberian dalam dosis terbagi.
Sementara formulasi pelepasan diperpanjang membawa “sistem kerja” berbeda agar obat dilepaskan lebih lama. Analogi ini tentu disederhanakan, tetapi cukup untuk memahami satu hal: zat aktifnya boleh sama, teknologi sediaannya belum tentu sama.
Nah, di sinilah sering muncul kesalahan. “Kalau biasanya minum metformin 500 mg dua kali, sekarang saya ganti sendiri dengan SR 500 mg satu tablet. Sama, kan?” Belum tentu! Jangan menghitung terapi diabetes hanya berdasarkan jumlah tablet atau angka yang tercetak di kemasan.
Peralihan dari metformin biasa ke formulasi pelepasan diperpanjang harus mempertimbangkan total dosis harian, respons glikemik, tolerabilitas, fungsi ginjal, dan instruksi produk yang digunakan. Bahkan label metformin extended release menyebut perpindahan dapat menggunakan total dosis harian yang sama pada kondisi tertentu, tetapi tetap dengan batas dosis dan regimen yang ditetapkan. (DailyMed)
Ada lagi kebiasaan yang membuat apoteker spontan ingin mengambil napas panjang. 😄 “Tabletnya besar, Pak. Saya gerus saja, ya?” Jangan buru-buru! Pada informasi produk metformin extended release tertentu, tablet secara tegas harus ditelan utuh dan tidak dihancurkan, dipotong, atau dikunyah.
Alasannya sederhana: sediaan tersebut memang dirancang dengan karakter pelepasan tertentu. Merusak tabletnya dapat mengganggu performa sistem pelepasan obat. Karena formulasi antarproduk dapat berbeda, cek informasi produk spesifik dan tanyakan kepada apoteker sebelum memodifikasi tablet. (DailyMed)
Bagi masyarakat awam, pesan sederhananya begini: jangan menukar metformin biasa dengan metformin SR hanya karena sama-sama tertulis 500 mg. Jangan pula mengubah frekuensi minum sendiri karena merasa, “Yang ini kan lebih lama kerjanya.” Terapi diabetes bukan eksperimen cocoklogi singkatan di belakang nama obat. Bila bentuk obat berubah, tanyakan: “Pak/Bu Apoteker, ini sama dengan obat saya sebelumnya? Cara minumnya tetap sama atau berubah?”
Bagi mahasiswa farmasi dan mahasiswa apoteker, kasus metformin ini adalah contoh bagus mengapa kita harus berhenti belajar obat dengan format nama obat–indikasi–dosis–selesai. Coba lanjutkan pertanyaannya: formulasi apa? immediate release atau modified release? bagaimana profil pelepasannya? bagaimana pengaruh makanan? bagaimana frekuensi penggunaannya? bagaimana tolerabilitas gastrointestinal pasien? bagaimana fungsi ginjalnya? Nah, kalau pertanyaannya mulai sebanyak itu, selamat. Anda mulai berpikir seperti calon apoteker, bukan mesin pencari indeks obat berjalan.
Untuk apoteker dan apoteker spesialis, satu tulisan kecil “SR” seharusnya menjadi alarm saat medication reconciliation dan medication review. Jangan hanya menulis “metformin 500 mg” dalam riwayat penggunaan obat. Pastikan produk dan tipe pelepasannya, dosis, frekuensi, waktu penggunaan, serta cara pasien benar-benar meminumnya.
Salah memahami formulasi dapat menyebabkan ketidaktepatan regimen. Di sisi lain, keluhan saluran cerna, kepatuhan, fungsi ginjal, dan target terapi juga perlu masuk dalam evaluasi individual pasien. Metformin sendiri memerlukan perhatian terhadap fungsi ginjal dan pemantauan terapi yang sesuai. (DailyMed)
Jadi, metformin biasa 500 mg dan metformin SR 500 mg memang membawa zat aktif yang sama dan kekuatan yang tertulis sama.
Tetapi jangan berhenti membaca pada angka 500 mg.
Lihat formulanya.
Lihat jenis pelepasannya.
Lihat aturan pakainya.
Dan yang paling penting, lihat pasiennya.
Karena dalam farmasi, “sama-sama 500 mg” belum tentu berarti “cara pakainya sama.”
Kalau ragu?
Jangan cocoklogi. Tanya apoteker. 😄💊
Apoteker Subagiyo
Sahabat Sehat, Terapi Tepat
#MakePharmacistMoreExist
Subagiyo.com — Belajar Farmasi Tanpa Ribet, Tetap Berbobot.












