Apakah Apoteker Bisa Hadir 24 Jam? Jawabannya Ada pada APOTEKER ISUN

Di era transformasi digital, pelayanan kefarmasian tidak lagi dibatasi oleh ruang praktik atau jam operasional rumah sakit. Melalui inovasi APOTEKER ISUN (Aplikasi Penggunaan Obat untuk Terapi Efektif, Keamanan Terjamin, Efisien dan Responsif), peran apoteker diperluas menjadi pendamping virtual yang tetap dapat mendampingi pasien setelah mereka pulang ke rumah.

Farmasi Klinik213 Dilihat
banner 468x60

CILEUNGSI, SUBAGIYO DOT COM – Konsep ini menjadi salah satu contoh bagaimana digitalisasi dapat meningkatkan mutu pelayanan sekaligus memperkuat keselamatan pasien.

Menurut apt. Ari Kurnianingsih, S.Si., M.Farm.Klin digitalisasi pelayanan kefarmasian harus dimulai dari kebutuhan pasien, bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi.

banner 336x280

Pendekatan tersebut menggunakan metode Design Thinking, yaitu memahami kebutuhan pasien (empathize), mendefinisikan masalah, merancang solusi, membuat prototipe, hingga melakukan evaluasi sebelum diterapkan secara luas.

Melalui APOTEKER ISUN, pasien memperoleh berbagai fitur pendampingan, mulai dari alarm pengingat waktu minum obat, informasi kesehatan terpercaya, pemantauan perkembangan klinis, hingga fasilitas konsultasi langsung dengan apoteker.

Kehadiran fitur-fitur tersebut membantu meningkatkan kepatuhan penggunaan obat sekaligus meminimalkan risiko kesalahan terapi setelah pasien meninggalkan rumah sakit.

Digitalisasi bukan bertujuan menggantikan peran apoteker, melainkan memperluas jangkauan pelayanan. Ketika pasien tetap dapat memperoleh edukasi dan pendampingan kapan pun dibutuhkan, hubungan antara apoteker dan pasien menjadi lebih dekat.

Inilah wajah baru pelayanan kefarmasian yang bukan hanya cepat, tetapi juga lebih humanis.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *