CIELUNGSI, SUBAGIYO DOT COM – Tetapi ketika membahas nitrosamin, jangan sampai muncul kesimpulan sederhana: “Ada nitrogen berarti berisiko nitrosamin.” Tidak sesederhana itu. Kemampuan suatu gugus untuk mengalami nitrosasi sangat bergantung pada struktur kimianya.
Menurut penjelasan yang dikutip Chris Williams dari panduan FDA, tidak semua gugus yang mengandung nitrogen merupakan prekursor nitrosamin. Beberapa kelompok seperti nitro, amide, dan urea tidak termasuk gugus yang membentuk nitrosamin melalui mekanisme yang menjadi perhatian dalam penilaian NDSRI.
Karena itu, identifikasi risiko membutuhkan pemahaman struktur, bukan sekadar menghitung jumlah atom nitrogen.
Hal tersebut menjadi semakin penting sejak perhatian regulator berkembang dari nitrosamin klasik seperti NDMA dan NDEA menuju Nitrosamine Drug Substance-Related Impurities (NDSRIs). NDSRI berkaitan dengan struktur API itu sendiri.
Artinya, setiap API dengan karakteristik struktur tertentu perlu dinilai secara individual untuk mengetahui kemungkinan terbentuknya produk nitrosasi dan bagaimana potensi toksikologinya.
Ini menjadi jembatan menarik antara kimia farmasi dan patient safety. Struktur molekul yang dipelajari mahasiswa di kelas ternyata bukan sekadar gambar dengan garis dan atom. Struktur tersebut dapat membantu memprediksi bagaimana suatu molekul berperilaku selama proses manufaktur dan penyimpanan.
Jadi, ketika melihat gugus amina pada struktur obat, jangan langsung panik. Tetapi tanyakan: “Apakah gugus ini dapat menjadi bagian dari jalur pembentukan nitrosamin?” Itulah cara berpikir seorang farmasis yang mulai masuk ke dunia risk-based pharmaceutical development.













