Lean Management di Instalasi Farmasi Rumah Sakit: Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Sibuk

Kesibukan di instalasi farmasi rumah sakit sering kali identik dengan tumpukan resep, antrean pasien, hingga mobilitas petugas yang tinggi. Namun, banyaknya aktivitas belum tentu mencerminkan pelayanan yang efisien. Konsep Lean Management hadir sebagai pendekatan yang mendorong organisasi untuk bekerja lebih cerdas dengan menghilangkan berbagai aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah bagi pasien.

Farmasi Klinik124 Dilihat
banner 468x60

CILEUNGSI, SUBAGIYO DOT COM – Menurut dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua, fokus utama Lean adalah menciptakan proses kerja yang lebih efektif sehingga kualitas pelayanan meningkat tanpa harus menambah beban kerja.

Dalam pemaparannya, Hanevi menjelaskan bahwa pemborosan (waste) di instalasi farmasi dapat berupa waktu menunggu, perpindahan barang yang tidak perlu, stok berlebih, hingga proses kerja yang berulang. “Waste adalah aktivitas tanpa nilai tambah dari kacamata pelanggan,” ujarnya.

banner 336x280

Oleh karena itu, setiap proses perlu dipetakan untuk mengetahui bagian mana yang benar-benar memberikan manfaat bagi pasien dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki melalui pendekatan seperti Value Stream Mapping, Gemba Walk, maupun Kaizen.

Hanevi juga menekankan bahwa keberhasilan Lean tidak hanya bergantung pada perubahan sistem, tetapi juga pada budaya kerja organisasi. Menurutnya, setiap tenaga kesehatan harus dilibatkan dalam proses identifikasi masalah hingga penyusunan solusi agar perbaikan berlangsung secara berkelanjutan.

Lean bukan sebuah program perbaikan yang instan. Lean harus dijalankan dengan rutin serta utuh hingga menjadi bagian dari budaya organisasi,” tegasnya.

Penerapan Lean Management di instalasi farmasi pada akhirnya bukan sekadar meningkatkan efisiensi operasional, melainkan juga memperkuat keselamatan pasien dan mutu pelayanan.

Ketika setiap proses mampu memberikan nilai tambah dan pemborosan berhasil ditekan, instalasi farmasi tidak hanya menjadi tempat yang lebih produktif, tetapi juga lebih responsif terhadap kebutuhan pasien. Bekerja lebih cerdas, bukan lebih sibuk, menjadi kunci menuju pelayanan kefarmasian yang berkualitas dan berkelanjutan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *