CILEUNGSI, SUBAGIYO DOT COM – Bahkan, nifedipine dengan teknologi GITS/OROS memiliki karakter pelepasan yang berbeda dibandingkan nifedipine standar. Pada grafik konsentrasi obat di halaman 13, formulasi immediate release menunjukkan puncak konsentrasi yang tajam, sedangkan profil GITS/OROS tampak lebih landai dan bertahan hingga 24 jam.
Sederhananya, OROS atau Oral Osmotic Delivery System bukan sekadar “bungkus tablet yang keren”. Sistem ini memanfaatkan masuknya air secara osmosis untuk mendorong pelepasan nifedipine melalui lubang pada tablet. Leonardo menggambarkan karakter pelepasannya sebagai “smooth and gradual”, perlahan dan bertahap.
Materi tersebut juga menjelaskan bahwa profil konsentrasi nifedipine GITS/OROS memungkinkan terapi 24 jam dengan pemberian sekali sehari. Jadi, ketika apoteker membaca nama obat, jangan berhenti pada zat aktifnya saja. Baca juga bentuk sediaan dan teknologi pelepasannya.
Nah, di sinilah ada satu pesan penting untuk mahasiswa farmasi dan mahasiswa profesi apoteker: jangan sembarang menggerus tablet. Dalam paparannya, Leonardo secara tegas menyebutkan, “Tablet tidak boleh dikunyah atau dihancurkan atau digerus.”
Alasannya menjadi lebih mudah dipahami jika kita melihat diagram teknologi OROS pada halaman 8. Tablet dirancang sebagai suatu sistem penghantaran obat; ada membran semipermeabel dan lapisan pendorong yang bekerja berdasarkan proses osmosis. Menghancurkan tablet berarti berpotensi merusak sistem pelepasan yang memang dirancang khusus tersebut.
Ada pula cerita yang mungkin membuat pasien panik: “Pak Apoteker, kok tabletnya keluar lagi waktu BAB? Obatnya tidak diserap, ya?” Tenang. Materi Leonardo menjelaskan bahwa cangkang nifedipine GITS/OROS dapat terbuang bersama feses meskipun bahan aktifnya telah diserap tubuh.
Informasi sederhana seperti ini justru menunjukkan pentingnya konseling apoteker. Narasumber juga mengingatkan secara tidak langsung bahwa nifedipine GITS/OROS tidak boleh begitu saja diganti dengan nifedipine lain karena mekanisme pelepasan zat aktifnya berbeda.
Jadi, pelajaran hari ini sederhana: same drug doesn’t always mean same delivery system. Apoteker bukan sekadar membaca nama generik, mengambil obat, lalu menyerahkannya. Kita harus memahami dosage form, teknologi penghantaran obat, profil pelepasan, dan implikasinya bagi pasien.
Karena kadang-kadang, perbedaan antara terapi yang dipahami dengan baik dan terapi yang “asal sama zat aktifnya” ternyata tersembunyi pada sebuah lubang kecil di tablet. Kecil lubangnya, besar ilmu farmasinya. 😄
#MakePharmacistMoreExist













