Obat Off-Label Tidak Selalu Keliru, Tetapi Tidak Boleh Sembarangan

Kepentingan dan keselamatan pasien harus diletakkan di tempat tertinggi.

banner 468x60

CILEUNGSI, SUBAGIYO DOT COM – Istilah off-label mungkin terdengar asing bagi sebagian besar masyarakat. Padahal, praktiknya tidak selalu langka di dunia pelayanan kesehatan. Secara sederhana, obat off-label adalah penggunaan obat di luar indikasi, dosis, kelompok usia, atau cara pemberian yang telah disetujui oleh regulator. Berbagai laporan menunjukkan praktik ini cukup sering dijumpai, terutama pada pasien anak, kanker, dan lanjut usia.

Namun jangan buru-buru menyimpulkan bahwa penggunaan obat off-label pasti salah. Dalam presentasinya di PIT IAI Makassar 2025, Prof. Rianto Setiabudy justru mengajak peserta melihat persoalan ini dari sudut pandang yang lebih luas, yaitu kepentingan pasien. Pada salah satu slide, beliau menegaskan, “Dari semuanya ini kepentingan dan keselamatan pasien harus diletakkan di tempat tertinggi.”

banner 336x280

Kalimat tersebut mengingatkan bahwa keputusan klinis tidak selalu hitam atau putih. Ada kondisi ketika terapi standar sudah diberikan tetapi tidak memberikan hasil, sementara kondisi pasien terus memburuk. Dalam situasi seperti itu, penggunaan obat off-label dapat dipertimbangkan, tetapi bukan tanpa syarat. Materi ini menjelaskan bahwa keputusan tersebut harus didukung bukti ilmiah, memperoleh informed consent dari pasien, dikonsultasikan dengan sejawat, serta disertai pemantauan dan evaluasi yang berkelanjutan.

Di sisi lain, Prof. Rianto juga mengingatkan adanya batas yang tidak boleh dilanggar. Penggunaan off-label menjadi tidak etis apabila didorong oleh kepentingan komersial, dilakukan tanpa persetujuan pasien, tanpa bukti ilmiah yang memadai, atau bahkan dijadikan terapi rutin tanpa upaya membangun bukti melalui penelitian lebih lanjut.

Bagi apoteker, dokter, maupun tenaga kesehatan lainnya, pesan ini terasa sangat relevan. Pasien bukan sekadar penerima obat, melainkan mitra dalam pengambilan keputusan terapi. Pada akhirnya, yang dipertaruhkan bukan hanya keberhasilan pengobatan, tetapi juga kepercayaan pasien terhadap profesi kesehatan. Dan mungkin, itulah makna sesungguhnya dari pengobatan yang benar-benar berpusat pada pasien.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *