Kesembuhan Pasien Tidak Pernah Dikerjakan oleh Satu Orang

Ketika seorang pasien dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit, ucapan terima kasih biasanya tertuju kepada dokter yang merawat. Padahal di balik keputusan tersebut, ada banyak tenaga kesehatan lain yang bekerja tanpa banyak terlihat. Mulai dari perawat, apoteker, ahli gizi, fisioterapis, analis laboratorium, hingga case manager, semuanya memiliki peran yang saling melengkapi.

banner 468x60

CILEUNGSI, SUBAGIYO DOTCOM – Itulah pesan penting yang disampaikan Dr. Djoni Darmadjaja, SpB., MARS dalam materi mengenai kolaborasi tenaga kesehatan dalam Patient Centered Care (PCC).

Dr. Djoni menjelaskan bahwa pelayanan pasien modern dibangun melalui asuhan pasien terintegrasi. Dalam model ini, DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pelayanan) berperan sebagai clinical leader yang mengoordinasikan berbagai profesional pemberi asuhan (PPA), sementara setiap profesi tetap memberikan kontribusi sesuai kompetensinya.

banner 336x280

Apoteker, misalnya, tidak hanya menyiapkan obat, tetapi juga melakukan asesmen terapi, mengidentifikasi drug related problems, memberikan rekomendasi penggunaan obat yang aman, hingga memastikan pasien memahami terapinya saat akan pulang. Kolaborasi seperti inilah yang membuat pelayanan menjadi lebih komprehensif dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Dalam presentasinya, Dr. Djoni juga mengutip pandangan World Health Organization (WHO) yang menegaskan bahwa kolaborasi interprofesional merupakan strategi penting untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

Kesembuhan pasien

WHO bahkan menyebut bahwa tenaga kesehatan masa kini tidak lagi cukup hanya menjadi profesional di bidangnya masing-masing, tetapi juga harus mampu bekerja lintas profesi demi menghasilkan luaran pasien yang lebih baik. Pesan ini semakin relevan di tengah meningkatnya kompleksitas penyakit kronis, populasi lansia, dan penggunaan obat yang semakin beragam.

Insight Ahmad Subagiyo: Saya meyakini bahwa pasien tidak membutuhkan “pahlawan tunggal” di rumah sakit. Mereka membutuhkan sebuah tim yang mampu saling mendengar, saling menghargai kompetensi, dan berani berdiskusi ketika menemukan potensi masalah.

Ketika seorang apoteker menyampaikan rekomendasi terapi, seorang perawat melaporkan perubahan kondisi pasien, atau ahli gizi menyesuaikan pola makan berdasarkan terapi yang diberikan, semuanya sedang mengarah pada tujuan yang sama: memastikan pasien pulang dalam kondisi yang lebih aman daripada saat pertama kali datang. Itulah makna sesungguhnya dari pelayanan kesehatan yang berpusat pada pasien.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *