CILEUNGSI, SUBAGIYO DOTCOM – Padahal, satu rekomendasi kecil mengenai dosis obat, interaksi obat, atau efek samping berpotensi mencegah cedera bahkan menyelamatkan nyawa pasien. Di sinilah keberanian seorang apoteker untuk menyampaikan pendapat profesional menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keselamatan pasien.
Dr. Djoni Darmadjaja, SpB., MARS, dalam materi Kolaborasi Apoteker dalam Tim Patient Centered Care (PCC) menegaskan bahwa pelayanan kesehatan modern dibangun melalui kolaborasi interprofesional, bukan dominasi satu profesi.
Apoteker merupakan salah satu Profesional Pemberi Asuhan (PPA) yang memiliki kompetensi untuk melakukan asesmen terapi obat, mengidentifikasi drug related problems (DRPs), memberikan rekomendasi penggunaan obat yang rasional, hingga berpartisipasi dalam care plan pasien bersama DPJP dan profesi kesehatan lainnya. Dengan kata lain, forum visite bukan sekadar tempat mendengarkan keputusan dokter, tetapi ruang diskusi ilmiah yang bertujuan menghasilkan keputusan klinis terbaik bagi pasien.
Data ilmiah menunjukkan bahwa keberanian menyampaikan rekomendasi memang berdampak nyata. Tinjauan sistematis yang dipublikasikan dalam Journal of Interprofessional Care tahun 2023 menemukan bahwa kolaborasi interprofesional secara konsisten meningkatkan keselamatan pasien, menurunkan kesalahan pengobatan, memperbaiki komunikasi tim, serta meningkatkan kualitas luaran klinis.
Sementara itu, laporan World Health Organization (WHO) menegaskan bahwa kesalahan pengobatan (medication errors) masih menjadi salah satu penyebab utama cedera yang sebenarnya dapat dicegah di seluruh dunia. WHO memperkirakan kerugian global akibat kesalahan pengobatan mencapai sekitar US$42 miliar setiap tahun, sehingga komunikasi terbuka antarprofesi menjadi salah satu strategi utama untuk menekan kejadian tersebut.
Sejalan dengan itu, WHO melalui Framework for Action on Interprofessional Education and Collaborative Practice menekankan bahwa tenaga kesehatan masa kini tidak lagi cukup hanya menjadi profesional di bidangnya masing-masing, tetapi juga harus mampu bekerja dan berkomunikasi lintas profesi.
Insight Ahmad Subagiyo
Sebagai apoteker, saya memandang bahwa forum visite bukan arena untuk mencari siapa yang paling benar, melainkan kesempatan untuk memastikan tidak ada informasi penting yang terlewat. Karena itu, saya justru mengusulkan agar pemeo “diam tanda setuju” diubah menjadi “diam bisa berarti peluang keselamatan pasien ikut hilang.”
Jika seorang apoteker menemukan dosis yang terlalu tinggi, potensi interaksi obat yang serius, atau terapi yang belum sesuai pedoman, maka menyampaikan pendapat secara santun, berbasis bukti ilmiah, dan menghormati keputusan tim adalah bagian dari tanggung jawab profesional. Pada akhirnya, yang dipertaruhkan bukan ego profesi, melainkan keselamatan pasien yang sedang mempercayakan hidupnya kepada seluruh tim pelayanan kesehatan.













